Desain Interior Masjid Al-Muttaqin: Meningkatkan Ruang Ibadah Dan Sosial Melalui Pendekatan Kearifan Lokal

Penulis

  • Imam Sumarwoto Universitas Indraprasta PGRI
  • Marselly Dwiputri Universitas Indraprasta PGRI
  • Rafi Mentari Universitas Indraprasta PGRI
  • Sarah Aisha Universitas Indraprasta PGRI

DOI:

https://doi.org/10.55266/pkmradisi.v5i3.630

Kata Kunci:

Arsitektur Islam, Desain Interior, Kearifan Lokal, Masjid

Abstrak

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan rancangan desain interior konseptual Masjid Al-Muttaqin yang menggabungkan nilai spiritual Islam dan kearifan lokal masyarakat setempat. Proses perancangan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan takmir dan jamaah untuk memahami kebutuhan ruang dan identitas budaya lokal. Konsep utama “Kesederhanaan dalam Kearifan” diwujudkan melalui penggunaan material alami seperti kayu, batu alam, dan bata ekspos yang menciptakan suasana hangat, jujur, serta selaras dengan alam. Ruang mihrab dilengkapi kolam reflektif kecil sebagai elemen psikologis penenang, sedangkan pencahayaan alami memperkuat kesan spiritual dan keseimbangan ekologis. Area teras difungsikan sebagai ruang sosial yang mendukung interaksi jamaah, mencerminkan nilai gotong royong masyarakat lokal. Secara keseluruhan, rancangan ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menjadi representasi dialog antara tradisi dan modernitas dalam arsitektur Islam Nusantara.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alnaim, M. M. (2024). Cultural Imprints on Physical Forms : An Exploration of Architectural Heritage and Identity. 141–160. https://doi.org/10.4236/aasoci.2024.143010

Amos Rapoport. (n.d.). House Form and Culture.

Cook, A. S. (1998). Space and Culture. New Literary History, 29(3), 551–572. https://doi.org/10.1353/nlh.1998.0027

De Wilde, W. P., Brebbia, C. A., & Mander, U. (2010). WIT Transactions on the Built Environment: Preface. WIT Transactions on the Built Environment, 112.

Hossam Mahdy. (2017). Selected Readings From Iccrom-Athar.

Kamalipour, H., & Zaroudi, M. (2014). Sociocultural Context and Vernacular Housing Morphology : A Case Study. September, 220–232.

Nurlaili Khikmawati. (2020). Pemberdayaan Berbasis Religi : Melihat Fungsi Masjid Sebagai Ruang Religi , Edukasi dan Kultural di Masjid dunia ( Katadata . co . id , 2018 ). Peringkat kedua setelah Indonesia. 2(2), 203–224. https://doi.org/10.18326/imej.v2i2.203-224

Prof. Ir. Antariksa, M.Eng., P. . (n.d.). Arsitektur Dalam Dinamika Ruang , Bentuk dan Budaya.

Saoud, R. (2010). Introduction to Islamic Art. Muslim Heritage. Introduction to Islamic Art. Muslim Heritage, 24., 24.

Wazir, Z. A., & Kamil, E. M. (2022). Analisis Semiotik antara Lingkungan Binaan dengan Lingkungan Studi Kasus pada Arsitektur Masjid Provinsi di Indonesia A semiotic analysis on the relationship between the built environment and socio-political : the province mosques of Indonesia . 5, 186–200.

Unduhan

Diterbitkan

31-12-2025

Cara Mengutip

Sumarwoto, I. (2025) “Desain Interior Masjid Al-Muttaqin: Meningkatkan Ruang Ibadah Dan Sosial Melalui Pendekatan Kearifan Lokal”, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi, 5(3), hlm. 85–91. doi: 10.55266/pkmradisi.v5i3.630.

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.